BELU, RAIMAN – Dalam upaya mempercepat pembangunan berbasis perdesaan dan penguatan peran institusi pendidikan kejuruan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan kegiatan Intervensi Perangkat Daerah di Desa / SMK Bangun Desa. Kegiatan strategis ini dipusatkan di Desa Teun, Kecamatan Raiman, Kabupaten Belu, mulai tanggal 29 Maret hingga 1 April 2026.
Hadir secara langsung untuk meninjau dan memimpin rangkaian agenda tersebut, Gubernur Provinsi NTT, Bapak E. Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt. Kehadiran orang nomor satu di NTT ini didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Bapak Ambrosius Kodo, S.Sos., MM., beserta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait.
Fokus Kegiatan: Kolaborasi dan Aksi Nyata
Program “SMK Bangun Desa” merupakan inisiatif unggulan yang mengintegrasikan kompetensi siswa dan tenaga pendidik SMK dengan kebutuhan riil pembangunan di desa. Di Desa Teun, intervensi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pendampingan teknis, pengembangan potensi ekonomi lokal, hingga penguatan infrastruktur sosial.
Dalam arahannya, Gubernur Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Beliau menyatakan bahwa kehadiran perangkat daerah di tingkat desa adalah bentuk komitmen pemerintah untuk hadir langsung menjawab persoalan masyarakat di wilayah perbatasan.
Peran Pendidikan dalam Pembangunan Desa
Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Bapak Ambrosius Kodo, menambahkan bahwa keterlibatan SMK dalam program ini adalah bagian dari implementasi kurikulum merdeka yang berorientasi pada dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini meliputi:
Fasilitasi Pelayanan Publik: Akselerasi administrasi dan layanan perangkat daerah bagi warga Desa Teun.
Workshop Keterampilan SMK: Demonstrasi teknologi tepat guna hasil karya siswa SMK untuk diaplikasikan di desa.
Dialog Partisipatif: Diskusi langsung antara pimpinan daerah dengan tokoh masyarakat dan pemuda setempat.
Intervensi ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi desa-desa lain di Kabupaten Belu maupun di seluruh wilayah NTT dalam mewujudkan kemandirian daerah yang inklusif dan berkelanjutan
