KUPANG – Suasana pagi di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (27/03/2026) tampak berbeda. Di tengah segarnya udara pagi, Dinas P&K NTT menggelar kegiatan promosi sekaligus apresiasi atas produk unggulan One School One Product (OSOP) hasil kreativitas siswa-siswi SMKN 3 Kupang.
Kegiatan yang diawali dengan senam kesegaran jasmani bersama ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas P&K Provinsi NTT, Bapak Ambrosius Kodo, S.Sos., MM. Kehadiran beliau bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk dukungan moral yang kuat terhadap transformasi pendidikan vokasi di bumi Flobamora.
Inovasi Sekolah dan Kontribusi PAD
Dalam arahannya, Bapak Ambrosius Kodo memberikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi SMKN 3 Kupang dalam mengelola unit produksinya. Beliau menegaskan bahwa program OSOP adalah langkah nyata dalam mencetak lulusan yang mandiri dan berjiwa wirausaha.
“Inovasi yang lahir dari ruang-ruang kelas SMK harus kita dorong hingga ke pasar. Saya mengajak seluruh jajaran pegawai untuk terus menjadi pendukung utama produk-produk SMK. Partisipasi aktif kita tidak hanya membantu promosi, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui unit usaha sekolah yang produktif,” ungkap beliau.
Laporan Capaian Unit Usaha yang Progresif
Momen ini juga menjadi ajang untuk memaparkan performa ekonomi dari unit usaha yang dikelola oleh SMKN 3 Kupang. Berdasarkan data akumulasi penjualan yang telah dikumpulkan selama masa operasional unit usaha tersebut, tercatat angka-angka yang sangat menggembirakan:
- Unit Usaha Busana: Berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp4.780.000. Produk busana berbasis kearifan lokal ini terbukti memiliki daya tarik pasar yang stabil.
- Unit Usaha Boga: Mencatatkan nilai penjualan mencapai Rp2.750.000 dari berbagai varian kuliner olahan siswa.
- Total Akumulasi Pendapatan: Gabungan dari kedua unit usaha unggulan tersebut telah menyentuh angka Rp7.530.000.
Ekosistem Kewirausahaan yang Berkelanjutan
Capaian angka tersebut bukan sekadar data statistik, melainkan indikator bahwa ekosistem kewirausahaan di lingkungan SMK telah berjalan secara berkelanjutan. Dukungan penuh dari Dinas P&K sebagai instansi pembina menjadi katalisator bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas produk dan manajemen usahanya.
Keberhasilan SMKN 3 Kupang dalam mengumpulkan pundi-pundi pendapatan melalui karya mandiri ini diharapkan menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya di NTT. Hal ini membuktikan bahwa dengan pembinaan yang tepat, sekolah mampu bertransformasi menjadi pusat produksi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.


#ayobangunNTT#nttmembaca#nttmenulis#literasintt#sekolahberkualitas
