Akuntabilitas, Dinas P&K Provinsi NTT Gelar Coaching Clinic Cascading Bersama Ahli Kebijakan Publik

KUPANG – Dalam upaya mewujudkan birokrasi yang lebih adaptif, efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Coaching Clinic Cascading (Perjenjangan Kinerja SKPD). Kegiatan krusial ini berlangsung pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Aula Umbu Landu Paranggi, Kupang.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda administratif rutin, melainkan sebuah lompatan transformatif untuk memantapkan sinkronisasi program di lingkungan Dinas P&K NTT. Melalui metode cascading, setiap target besar organisasi dibedah dan diturunkan secara logis hingga ke unit terkecil, memastikan tidak ada program kerja yang tumpang tindih atau keluar dari visi utama pembangunan pendidikan daerah.

Dihadiri Jajaran Pimpinan dan Pakar Kebijakan Publik

Acara ini dipimpin dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas P&K Provinsi NTT, Bapak Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., yang didampingi oleh Sekretaris Dinas, Bapak Hilarius Da Silva, SE., M.Sc.Dev. Kehadiran pucuk pimpinan ini menegaskan komitmen kuat dari institusi untuk membenahi tata kelola kinerja dari level paling atas.

Untuk memastikan pendalaman materi yang komprehensif, Dinas P&K NTT menghadirkan pakar kebijakan publik ternama, Prof. Gabriel Lele, PhD., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Prof. Gabriel membedah anatomi perjenjangan kinerja, menekankan pentingnya keselarasan antara Indikator Kinerja Utama (IKU) instansi dengan target kinerja individu setiap Aparatur Sipil Negara (ASN). Beliau memberikan panduan praktis tentang bagaimana menerjemahkan dokumen perencanaan strategis menjadi aksi nyata yang terukur keberhasilannya.

Fokus pada Akuntabilitas dan Pemerataan Beban Kerja

Peserta coaching clinic ini terdiri dari para pemangku kebijakan di tingkat menengah dan operasional, meliputi para Kepala Bidang (Kabid), Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), hingga Kepala Sub Bagian (Kasubag) di lingkungan Dinas P&K NTT.

Melalui sesi pendampingan yang intensif ini, para peserta diajak untuk langsung mempraktikkan penyusunan cascading. Mereka fokus mendalami bagaimana mendistribusikan indikator kinerja secara proporsional. Harapannya, metode ini dapat menghilangkan budaya “silo” atau ego sektoral antarbidang, memastikan setiap individu mengetahui secara pasti apa kontribusi spesifik mereka terhadap pencapaian target dinas secara keseluruhan.

Berdampak pada Kualitas Pendidikan dan Kebudayaan

Bapak Ambrosius Kodo dalam arahannya menekankan bahwa perbaikan tata kelola birokrasi ini ujung tombaknya adalah pelayanan publik. “Kinerja yang terukur di atas kertas harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pelestarian kebudayaan di lapangan,” tegasnya.

Langkah sinkronisasi melalui Coaching Clinic Cascading ini diharapkan mampu membawa transformasi yang nyata dan berkelanjutan. Dengan tata kelola kinerja yang lebih tajam, terarah, dan akuntabel, Dinas P&K Provinsi NTT optimis dapat mencetak SDM yang lebih unggul serta menjaga kelestarian warisan budaya di Bumi Flobamora, sejalan dengan visi besar memajukan provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Jl. Jend. Soeharto No.57, Naikoten I, Kec. Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Tim. 85142

© Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT 2025
Scroll to Top